Layanan Tashih Online

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia
REGISTRASI

PENTASHIHAN/PERSYARATAN PENGAJUAN TASHIH

Persyaratan Administrasi Penerbitan Al-Qur'an

LAYANAN TASHIH ONLINE LPMQ | LAJNAH | 09 Januari 2019, 17:01

Setiap perusahaan/yayasan yang hendak mencetak Al-Qur'an harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Mengajukan Surat Permohonan pentashihan kepada Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Kementerian Agama RI, dengan menyebutkan :
    1. Ukuran Al-Qur'an yang akan diterbitkan.
    2. Jumlah eksemplar (oplag) Al-Qur'an yang akan diterbitkan.
  2. Memenuhi kelengkapan administrasi perusahaan/yayasan, meliputi:
    1. Akte Notaris Badan Usaha / Yayasan
    2. Surat Ijin Usaha Perdagangan
    3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
    4. Tanda Daftar Perusahaan
  3. Khusus Penerbit/Percetakan umum, dalam menangani proses penerbitan/percetakannya harus mempunyai penanggung jawab yang beragama Islam.
  4. Memiliki karyawan atau mempekerjakan tenaga yang hafal Al-Qur'an
  5. Menyerahkan contoh Al-Qur'an yang akan ditashih.
  6. Cover Al-Qur'an yang akan diterbitkan harus milik sendiri dan berbeda dengan cover Al-Qur'an yang telah beredar dan diterbitkan oleh penerbit lain.
  7. Randen (List) Al-Qur'an harus berbeda dengan cover Al-Qur'an penerbit lain.
  8. Pencantuman bacaan Asma'ul Husna, misalnya dibelakang cover mushaf Al-Qur'an, juga harus ditashih terlebih dahulu.
  9. Satu tanda tashih hanya berlaku untuk sekali cetak.
  10. Penerbit yang bermaksud mencetak ulang Al-Qur'an harus mengajukan pentashihan ulang dan mendapatkan ijin dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an .
  11. Menaati Proses Pentashihan :
    1. Melakukan perbaikan pada naskah Al-Qur'an sesuai petunjuk Lajnah.
    2. Mengirimkan naskah yang telah diperbaiki kepada Lajnah untuk diperiksa ulang.
    3. Apabila dalam naskah masih ditemukan kesalahan, maka penerbit harus memperbaiki dan mengirimkannya kepada Lajnah, begitu seterusnya hingga tidak ada kesalahan lagi yang ditemukan.
    4. Apabila di dalam naskah sudah tidak ada keasalahan lagi, maka lajnah akan memberikan Surat Tanda Tashih
    5. Dengan mendapat surat tanda tashih, penerbit dapat melakukan cetak percobaan
    6. Hasil cetak percobaan dikirim kepada lajnah untuk diperiksa (Tashih Pasca cetak)
    7. Apabila ternyata dalam naskah cetak percobaan tersebut masih ditemukan kesalahan, maka harus diperbaiki. tetapi apabila sudah tidak ditemukan lagi, maka penerbit dapat melakukan cetak massal dan mengedarkannya di masyarakat.
  12. Penerbit harus menyerahkan beberapa eksemplar produknya kepada Lajnah sebagai bukti penerbitan dan dokumentasi Lajnah.