Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Kementerian Agama Republik Indonesia

Info Seputar Lajnah Al Qur'an

Masyarakat Boleh Cetak Al Quran Setelah Ditashih LPMQ

Bogor (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa masyarakat diperbolehkan mencetak mushaf Al-Qur'an. Namun, dengan syarat, naskah yang akan dicetak tersebut harus mendapatkan tanda tashih terlebih dahulu dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ).

Hal ini disampaikan Menag saat merilis pencetakan kali kedua Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia oleh Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) di Ciawi, Bogor. 

Kementerian Agama kini memiliki unit pelaksana teknis yang bertugas mencetak Al-Qur'an, yaitu Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) yang berada di bawah binaan Ditjen Bimas Islam. UPQ sudah dua kali cetak mandiri Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia. Sebanyak 35ribu pada 2016 dan 110ribu tahun ini.

Jauh sebelum UPQ melakukan cetak mandiri berbasis APBN, Kemenag juga memiliki satuan kerja yang bertugas melakukan tashih Al-Qur'an. Satker tersebut adalah LPMQ yang menjadi binaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag. Setiap Mushaf Al-Qur'an yang diterbitkan, dicetak, dan/atau diedarkan di Indonesia wajib memperoleh Surat Tanda Tashih atau Surat Izin Edar dari LPMQ.

Menurut Menag, beberapa Negara memberlakukan ketentuan bahwa hanya negara yang berhak mencetak Al-Qur'an, demi menjaga keabsahanan, keakuratan, dan validitasnya sehingga tidak ada kesalahan sehingga tersentralisir. 

Namun, kata Menag, ada juga yang berpandangan lain. Sebelum Indonesia merdeka misalnya, masyarakat baik perorangan maupun kelompok, untuk memenuhi kebutuhan Mushaf Al-Qur'an, mereka secara swadaya mencetaknya.

Bagaimana dengan sekarang, setelah Kemenag memiliki UPQ dan LPMQ? Menag mengatakan bahwa  Pemerintah mengambil jalan tengah. 

“Masyarakat boleh mencetak atau menerbitkan Al Quran. Namun demikian, harus sesuai standar yang ditentukan oleh Pemerintah (LPMQ)”  tegas Menag.

Jumlah Muslim Indonesia lebih dari 200 juta. Pemerintah terus berusaha memenuhi kebutuhan umat Islam terhadap Mushaf Al-Qur'an secara bertahap. Pada 2018 mendatang, Kemenag berencana mencetak 400ribu mushaf, terdiri dari 300ribu Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia, 50ribu Al-Qur'an dan Terjemahnya, dan 50ribu Juzz Amma. Untuk tahun 2019, Menag berharap UPQ mampu mencetak satu juta eksemplar Al Quran.

Launching pencerakan Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia oleh LPMQ ini dihadiri keluarga besar Ditjen Bimas Islam, mantan Menag Said Aqil al-Munawwar, anggota Komisi VIII DPR, serta pejabat Eselon I dan II Kemenag.

Sumber : https://kemenag.go.id

Tentang kami

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an adalah Lembaga yang tugas utamanya melakukan pentashihan, pembinaan dan pengawasan terhadap produk-produk penerbitan mushaf Al-Qur'an baik cetak maupun elektronik.
Lembaga ini juga mempunyai tugas melakukan pengkajian Al-Qur'an, pengembangan, penerbitan mushaf, terjemah dan tafsir Al-Qur'an, serta melakukan sosialisasi hasil pengkajian tafsir Al-Qur'an.

Alamat

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an

Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal,
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416466, 8416467
Fax: (021) 8416468