Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Kementerian Agama Republik Indonesia

Info Seputar Lajnah Al Qur'an

LPMQ Keluarkan 290 Tanda Tashih di Tahun 2016

Bekasi (Pinmas) --- Setiap Al Quran yang akan diterbitkan dan atau diedarkan di Indonesia harus melalui proses tashih. Kementerian Agama memiliki satker khusus dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hafal Al Quran dan bertugas untuk melakukan tashih. Satker tersebut adalah Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ).

Pgs Kepala LPMQ Muchlis M. Hanafi menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2016 ini, Kemenag sudah mengeluarkan 290 tanda pentashihan Mushaf Al Quran. Layanan ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang mengeluarkan 241 tanda tashih.

Hal ini disampaikan Muchlis M. Hanafi saat memberikan materi pada Lokakarya Penerbitan Mushaf Al Quran yang mengusung tema Wajah Baru Regulasi Penerbitan, Pentashihan, dan Peredaran Mushaf Al Quran di Indonesia, di Bekasi, Selasa (29/11) malam.

Lokakarya ini diikuti utusan penerbit Al Quran, Bimas Islam, dan LPMQ. Acara lokakarya yang akan berlangsung sampai 1 Desember 2016 mendatang ini mengundang sejumlah narasumber untuk mendiskusikan bersama persoalan terkait penerbitan dan pentashihan Al Quran pasca keluarnya PMA Nomor 44 tahun 2016 tentang Penerbitan, Pentashihan dan Penyebaran Mushaf Al Quran.

"Kehadiran PMA Nomor 44 tahun 2016 ini pada hakikatnya untuk menjaga kesucian Al-Quran," kata Muchlis M. Hanafi.

Menurutnya, regulasi terkait penerbitan Al Quran pernah terbit pada tahun 1957 dan 1982. Kini, Kemenag telah membuat regulasi baru terkait standarisasi pentashihan, percetakan dan penyebaran Al Quran, yaitu: PMA nomor 44 tahun 2016.

"Al-Quran harus ditangani dari hulu sampai hilir, mulai dari penerbitan, pentashihan, percetakan dan penyebarannya," tegas doktor Tafsir Al Quran lulusan Al Azhar Kairo ini.

Selain terkait mushaf, LPMQ saat ini juga sedang melakukan kajian atas terjemahan Al Quran yang diterbitkan oleh Kementerian Agama. Muchlis memandang, ke depan perlu dibuat pedoman penggunaan terjemahan Al-Quran. Sebab, lanjutnya, terjemahan bukanlah tafsir.

Sejak tahun 2016, sesungguhnya sudah ada tim yang bekerja terkait penyempurnaan terjemah Al-Quran. Saya berharap hasilnya akan lebih baik. Selain tim yang bekerja secara reguler, ada juga masukan dari konsultasi publik seperti yang sudah dilakukan LPMQ di UI dan MUI Sumbar, ujarnya.

"Tahun 2017, LPMQ juga akan menggelar konsultasi publik di Jogja dan Jateng (pesantren), dan ada juga layanan konsultasi online, siapa saja bisa memberikan masukan terkait terjemahan," kata Muchlis.

Kepada para penerbit Al Quran dan stakeholders LPMQ, Muchlis M. Hanafi menyampaikan apresiasi atas komitmen dan keterlibatan mereka dalam menerbitkan dan menyebarluaskan Mushaf Al-Quran sehingga memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Mari kita tingkatkan untuk melayani masyarakat terkait kitab suci Al-Quran," ajak Muchlis M. Hanafi. (arief/mkd/mkd)

Tentang kami

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an adalah Lembaga yang tugas utamanya melakukan pentashihan, pembinaan dan pengawasan terhadap produk-produk penerbitan mushaf Al-Qur'an baik cetak maupun elektronik.
Lembaga ini juga mempunyai tugas melakukan pengkajian Al-Qur'an, pengembangan, penerbitan mushaf, terjemah dan tafsir Al-Qur'an, serta melakukan sosialisasi hasil pengkajian tafsir Al-Qur'an.

Alamat

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an

Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal,
Jalan Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560
Telp: (021) 8416466, 8416467
Fax: (021) 8416468